MERK PA SENGETI
Selamat Datang di Website Pengadilan Agama Sengeti Kelas I B......, Website berisi berita suka, duka cita, selamat dll

Buku Manajemen Risiko Lembaga Peradilan

Ditulis oleh Super User on . Posted in ARTIKEL

Ditulis oleh Super User on . Dilihat: 100Posted in ARTIKEL

BUKU MANAJEMEN RISIKO LEMBAGA PERADILAN

Resentator : Yudhistira Adi Pinto, S.E., M.H

(Sekretaris Pengadilan Agama Sengeti)

Buku Manajemen Risiko 

Identitas Buku

  • Judul Buku          : Manajemen Risiko Lembaga Peradilan
  • Penulis                : Drs. Arief Hidayat, S.H., M.M
  • Penerbit               : Kencana, Prenadamedia Grup
  • Cetakan               : ke-1, Februari 2021
  • Jumlah Halaman : 228 halaman
  • ISBN                   : 978-623-218-794-8

Sinopsis Buku

Manajemen Risiko Lembaga Peradilan adalah buku yang tidak hanya membahas konsep manajamen risiko di peradilan saja, namun juga memaparkan secara rinci sejarah, kedudukan, tata kelola, dan inovasi di lembaga peradilan di Indonesia. Tidak cukup disitu saja, kita juga akan disuguhkan tentang eksistensi lembaga peradilan di dunia internasional.

Penjelasan analisis SWOT dan contoh pembuatan serta tindak lanjutnya juga bisa kita temukan di dalam buku ini. Yang mana analisis ini juga dibutuhkan oleh pemangku kepentingan untuk mendapatkan gambaran terhadap situasi yang sedang dihadapi.

Dengan berkarir 27 tahun di dunia peradilan, paparan yang tersaji di buku ini memperlihatkan pengalaman dan pemahaman penulis terhadap lembaga peradilan di Indonesia. Buku Manajemen Risiko Lembaga Peradilan ini terdisi dari 6 bab antara lain :

  • Bab I (Lembaga Peradilan dan Tantangannya)

      Menjelaskan tentang sejarah lembaga peradilan di Indonesia mulai dari masa pemerintahan Hindia-Belanda sampai ke peradilan Indonesia dalam era industri 4.0.

      Dalam pembahasan ini juga membahas orientasi perbaikan yang dilakukan Mahkamah Agung untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan.

      Tidak hanya itu, pada bab pertama ini juga menjelaskan pasang surut reformasi peradilan, yang memaparkan sengkarut indepedensi peradilan agama pra penyatuatapan dan dilanjutkan dengan reformasi peradilan agama pasca peyatuatapan.

      Penjelasan aksesibilitas lembaga peradilan pun tidak luput dibahas pada bab ini. Tidak hanya diperuntukan bagi masyarakat non disabilitas saja, namun aksesibilitas fisik kantor bagi masyarakat disabiltas juga. Selain itu,aksesibilitas biaya perkara serta aksesibilitashak-hak perempan dan anak berhadapan dengan hukumturut di jelaskan dengan gamblang oleh penulis.

Dalam hal keamanan pengadilan dan aparaturnya yang termuat dalam bab pertama ini, pembahasannya diambil dari beberapa sumber yang sangat terpercaya, yaitu para ahli yang sangat profesional di bidang hukum, diantaranya Hakim Agung Dr. H. Margono SH., M.Hum., M.M yang menjelaskan secara moral dan etika profesional, hendaknya hakim wajib mengundurkan diri dari persidangan apabila terkait hubungan keluarga sedarah atau semenda sampai dejat ketiga, atau hubungan suami atau istri meskipun telah bercerai, dengan ketua, salah seorang hakim anggota, jaksa, advokat atau panitera.

  • Bab II (Kerangka Pikir Manajemen Risiko)

      Dijelaskan menurut ISO 31000:2019 anajemen risiko suatu organisasi harus mengikuti 11 prinsip dasar agar dapat dilaksanakan secara efektif, diantaranya :

  1. Manajemen risiko menciptakan nilai tambah.
  2. Manajemen risiko adalah bagian integral proses dalam organisasi.
  3. Manajemen risiko adalah bagian dalam pengambilan keputusan.
  4. Manajemen risiko secara eksplisit menangani ketidakpastian.
  5. Manajemen risiko bersifat sistematis, terstuktur, dan tepat waktu.
  6. Manajemen risikoberdasarkan informasi terbaik yang tersedia.
  7. Manajemen risiko dibuat sesuai kebutuhan.
  8. Manajemen risiko memperhitungkan faktor manusia dan budaya.
  9. Manajemen risiko bersifat transparan dan inklusif.
  10. Manajemen risiko bersifat dinamis, iteratif, dan responsig terhadap perubahan.
  11. Manajemen risiko memfasilitasi perbaikan dan pengembangan berkelanjutan organisasi.

      Selain itu, dalam bab ini juga Dijelaskan untuk membuat suatu perencanaan yang baik dalam menghindari risiko yang dihadapi, maka ada beberapa langkah yang harus ditempuh, yaitu identifikasi risiko, mengukur risiko, dan pengendalian risiko.

  • Bab III (Interkoneksitas Lembaga Peradilan dengan Lembaga Ekstrayudisial)

      Pada bab ini,Menjelaskan tentang kedudukan lembaga peradilan dalam sistem ketatanegaraan, peradilan dan lembaga eksekutif, peradilan dan lembaga legislatif, peradilan dan pers dan peradilan dan masyarakat.

  • Bab IV (Tata Kelola Lembaga Peradilan di Indonesia)

      Pembahasan bab ke empat ini adalah upaya Mahkamah Agung merefomasi administrasi, dan upaya menjawab atas tantangan disrupsi kemajuan teknologi dan informasi pada setiap lini kegiatan kehidupan masyarakat, dan demi terwujudnya pelaksanaan administrasi peradilan yang akuntabel, tertib dan modern, Mahkamah Agung telah membangun sistem manajemen perkara untuk seluruh lingkungan peradilan, yaitu Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP).

      Pada bab ini juga, penulis menampilkan inovasi-inovasi pelayanan publik yang dibuat oleh peradilan umum, peradilan agama, peradilan militer dan peradilan tata usaha negara (PTUN).

      Selain itu juga, keterlibatan lembaga donor dan rancang bangun lembaga peradilan yang agung juga menjadi pembahasan pada bab keempat ini.

  • Bab V (Eksistensi Lembaga Peradilan di Dunia Internasional)

      Menjelesakan tentang konsepsi lembaga peradilan dalam dunia internasional, peradilan di dunia atas kedudukan, dinamika, dan indepedensinya, serta kerangka peradilan modern dalam internasional framework for court excellence (IFCE).

  • Bab VI (Konsepsi Manajemen Risiko Lembaga Peradilan)

      Pada bab keenam ini, membahas secara komprehensif terhadap Aspek yang terkait dengan risiko lembaga peradilan dan tata kelolanya, tentang gambaran utuh upaya bersama dan kolektif dari seluruh stakeholder untuk mewujudkan peradilan Indonesia yang independen dan menuju peradilan yang agung (excellent court).

Kelebihan Buku

  • Arief Hidayat, S.H., M.M dengan bukunya Manajemen Risiko Lembaga Peradilanmembuka wawasan kita tentang bagaimana pengadilan dapat mengelola risiko secara baik
  • Buku ini bermanfaat sebagai referensi dalam upaya mewujudkan Zona Integritas dan Akreditasi Penjaminan Mutu di lingkungan Paradilan
  • Buku ini juga sangat bermanfaat bagi akademisi, mahasiswa dan siapapun yang ingin mengetahui dan mempelajari tetang peradilan di Indonesia
  • Ukuran buku yang tidak terlalu besar sehingga lebih praktis pada saat dibawa kemana saja
  • Desain cover yang menarik
  • Memiliki pembatas buku

Kelemahan Buku

  • Tidak menguraikan contoh inherent risk (risiko yang melekat) dan formulir register risiko di pengadilan
  • Terdapat kesamaan pembahasan yang serupa pada halaman 26 dan 36.

Hubungi Kami

Pengadilan  Agama Sengeti Kelas I B
Jalan Lintas Timur Komplek Perkantoran Bukit Cinto Kenang Pemkab Muaro Jambi-Sengeti 36001
Telp : (0741) 590061
Fax : (0741) 590061
Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Homepage : www.pa-sengeti.go.id

lokasi Lokasi Kantor

    copyright © 2019. Mahkamah Agung Republik Indonesia || Pengadilan Agama Sengeti Kelas 1B