Info Delegasi
Pengadilan Tinggi
Logo Pengadilan Agama Sengeti

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Pengadilan Agama Sengeti

Jl. Lintas Timur, Kompleks Perkantoran Bukit Cinto Kenang, Pemkab Muaro Jambi

Homepage : http://pa-sengeti.go.id/, Telp./Fax. 0741-590061, Email : info@pa-sengeti.go.id

Logo Artikel

349 LIMA LANGKAH MENUJU SUKSES

Opini

LIMA LANGKAH MENUJU SUKSES

Muaro Jambi, www.pa-sengeti.go.id.


Selaku insan Islam yang beriman, kita dituntut untuk selalu profesional dalam pekerjaan baik itu selaku Pejabat Fungsional, Struktural maupun Staf sekalipun sehingga apa yang diinginkan oleh negara ini terwujud hendaknya.

Khusunya dalam lingkungan Peradilan Agama, banyak hal yang harus kita perbaiki dan benahi khususnya dalam bidang kinerja yang terkesan asal-asalan yang membuat masyarakat pencari keadilan tidak merasa puas bahkan kecewa terhadap pelayanan yang diberikan sehingga pada akhirnya timbul keengganan masyarakat untuk berurusan dengan instansi yang kita cintai ini.

Untuk itu pada kesempatan kali ini, saya akan membahas tentang langkah-langkah apa saja yang harus kita lakukan sehingga kita dapat dikatakan profesional dalam pekerjaan.

Dalam tulisan ini saya memfokuskan kepada tugas-tugas yang dibebankan kepada seorang Panitera Pengganti dalam persidangan. Pada umumnya seorang Panitera Pengganti menginjak masa kerja awal selalu dibingungkan dengan apa yang harus ia kerjakan sementara ilmu yang ditimbanya semasa study tidak mengajarkan hal demikian. Oleh karena itu sebahagian Panitera Pengganti belajar secara otodidak dan bersifat menunggu perintah dari atasan sehingga kadang-kadang mendapatkan kesulitan dalam hal penyelesaian segala sesuatu mengenai tugas yang diberikan kepadanya yang pada akhirnya membuat gairah kerja menurun dan keterlambatan yang dapat mengakibatkan terhambatnya pekerjaan baik menyangkut dengan pekerjaannya sendiri maupun pekerjaan orang lain.

 

 

Hal demikian tidak diinginkan oleh siapapun baik yang terkait didalamnya maupun negara sehingga pelayanan terhadap masyarakat tidak memuaskan dan tidak sesuai dengan keinginan dan bertentangan dengan azaz peradilan yang sederhana, cepat dan biaya ringan.

Untuk itu perlu adanya solusi untuk mencapai pelayanan prima, sehingga dapat menepis animo masyarakat yang mengatakan pelayanan lamban dan tidak profesional, adapun langkah-langkah yang harus Panitera Pengganti lakukan adalah :

  1. Job Discription
  2. Mekanisme Inovatif
  3. Sistem Ball over
  4. Cross Cek and Ballancing
  5. Comitment

Apabila lima langkah mudah ini Panitera Pengganti lakukan niscaya Panitera Pengganti tidak akan mendapat kesulitan dalam pekerjaan.

Langkah awal memulai pekerjan terlebih dahulu Panitera Pengganti tahu apa Job Discription yang diberikan kepada Panitera Pengganti sehingga Panitera Pengganti tidak tumpang tindih pekerjaan dengan tugas orang lain dan terkesan mengambil tugas orang lain yang mengakibatkan tidak nyamannya Panitera Pengganti bekerja.

Salah satu tugas pokok  Panitera Pengganti adalah membuat berita acara persidangan  selain tugas pokok lainnya, hal ini perlu perhatian serius karena apabila Panitera Pengganti lalai akan menimbulkan efek besar, salah satunya terhambatnya Majelis Hakim dalam menyelesaikan putusan yang nantinya akan diberikan kepada para pihak sesaat setelah putusan tersebut dibacakan.

Dalam hal pembuatan berita acara persidangan, Panitera Pengganti harus menerapkan Mekanisme Inovatif karena hal ini dapat mengarah kepada pembuatan berita acara yang sempurna.  Panitera Pengganti jangan bersipat kaku dan terkesan monoton atau itu-itu saja, maksudnya Panitera Pengganti harus berani membuat trobosan-trobosan dalam menggunakan bahasa dan tidak bertentangan dengan khaidah-khaidah bahasa yang ada, karena bahasa yang digunakan dalam persidangan berbeda dengan bahasa yang dituangkan dalam berita acara persidangan, sehingga Panitera Pengganti dibutuhkan pemikiran ekstra dalam menterjemah-kannya, apalagi Mahkamah Agung telah mengadakan pelatihan dan ada beberapa orang Panitera Pengganti yang telah mengikuti pelatihan tersebut dan hal itu dapat diterapkan baik dari bahasa maupun tehnik penulisannya.

Demi kesempurnaan berita acara persidangan tersebut kita harus menggunakan Sistem Ball over, maksudnya adalah setelah konsef berita acara persidangan selesai, Panitera Pengganti harus menyampaikannya kepada Majelis Hakim penanggung jawab konseftor berita acara persidangan dalam waktu yang tidak terlalu lama sehingga memudahkan Majelis Hakim dimaksud mengkoreksi dan membenahinya. Sehingga pada persidangan berikutnya berita acara persidangan yang lalu telah dibuat dan ditandatangani oleh Ketua Majelis. Hal ini juga bermaksud untuk menghindari pekerjaan yang menumpuk. Ingat antar bola bukan jemput bola.

Panitera Pengganti yang professional harus mengadakan  Cross Cek and Ballancing tidak menerima begitu saja semua koreksi yang dilakukan oleh konseftor terhadap konsef berita acara persidangan yang dibuatnya, tanpa menanyakan alasan koreksi tersebut, ini bermaksud untuk menambah wawasan sehingga Panitera Pengganti tidak akan mengulangi kesalahan yang sama dimasa yang akan datang, karena koreksi tersebut akan selalu terekam dalam ingatan.

Kadangkala ada segelintir konseftor berita acara persidangan merasa bahwa ia adalah seorang Hakim dan merasa lebih tinggi derajatnya dari Panitera Pengganti sehingga ia semena-mena untuk merobah berita acara yang sebenarnya telah disetujui dan diperbaikinya sendiri, dengan alasan demi kepentingan pembuatan putusan, berita acara persidangan tersebut ia robah kembali. Untuk menghindari hal tersebut disarankan kepada Panitera Pengganti senantiasa menyimpan konsef  terdahulu sebagai prisai dan dasar perbaikan berita acara persidangan yang disepakati.

Terakhir Comitment , hal ini adalah kunci dari semua langkah sebelumnya, karena tanpa ada komitmen antara unsur terkait semua pekerjaan akan sia-sia, misalnya antara Ketua Majelis, Konseftor dan Panitera Pengganti berkomitmen konsef berita acara persidangan paling lambat 2(dua) hari setelah sidang sudah harus diserahkan kepada konseftor dan 2(dua) hari sebelum sidang berikutnya berita acara tersebut sudah selesai diperbaiki dan ditandatangani oleh Ketua Majelis. Ternyata komitmen tersebut tidak diindahkan dan tidak dilaksanakan oleh salah satu pembuat komitmen, maka semuanya sia-sia dan jelas tidak professional.

Profesional dalam lingkungan Peradilan Agama adalah bentuk dari professional Tim bukan Profesional Privat/sendiri, sehingga dituntut dari semua unsur harus professional dibidangnya masing-masing sehingga semua pekerjaan akan selesai dengan hasil yang memuaskan dan tepat waktu, niscaya kedepan Peradilan Agama akan mendapat urutan teratas dari Peradilan lainnya.

Demikian tulisan ini dibuat semoga bermamfaat dengan harapan semoga dapat diterapkan dan atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

 

 


Sistem Informasi Penelusuran Perkara

SIPPAplikasi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), merupakan aplikasi administrasi dan penyediaan informasi perkara baik untuk pihak internal pengadilan, maupun pihak eksternal pengadilan. Pengunjung dapat melakukan penelusuran data perkara (jadwal sidang sampai dengan putusan) melalui aplikasi ini.

Lebih Lanjut

Pencarian Dokumen Putusan di Direktori Putusan Mahkamah Agung

DirPutPencarian cepat Dokumen Putusan di Database Direktori Putusan Mahkamah Agung Agung Republik Indonesia

Pencarian Peraturan Perundangan, Kebijakan Peradilan dan Yurisprudensi

DJIHPencarian cepat peraturan dan kebijakan dalam Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Mahkamah Agung Republik Indonesia

 


Pelayanan Prima, Putusan Berkualitas